Site Review: Fashion and Trend Forecasting

Ramalan bintang? udah sering, bisa baca di majalah. Ramalan cuaca? udah biasa juga, tinggal pantengin berita pagi. Nah, kalau ramalan tren dan fashion? Ada satu situs yang bisa kalian kunjungi untuk mengetahui ramalan tren dan fashion di masa mendatang. Tentu saja ramalan dari Trendstop tidak asal-asalan. Mereka memiliki lebih dari 150 trendspotter di seluruh dunia, yang mengamati pasar dan jalanan, untuk menganalisis tren, style, atau perkembangan penampilan terbaru. Gak perlu heran kalau ternyata hasil analisis mereka digunakan oleh merk-merk terkenal seperti L’Oreal, Hugo Boss, Li & Fung, Landmark Group dan Arcadia Group.

Salah satu trend report

Salah satu trend report

Tren yang dibahas juga sangat detil, mulai dari prediksi warna, tekstur, bahan, aksesoris, sampai dengan gaya make up. Buat kalian yang pengen jadi terdepan dalam hal fashion atau tren, buat kalian yang ingin menjadi trendsetter, atau butuh bantuan dalam bisnis fashion, gak ada alasan lagi buat bingung.

You can never be overdressed or overeducated. – Oscar Wilde

Advertisements

Site Review: JWT Intelligence

JWT Intelligence adalah bagian dari JWT, sebuah merk komunikasi pemasaran paling terkenal di dunia, yang menjadi pusat penggerak ide JWT. Mereka mengamati arus global dan memanfaatkan perubahan untuk menciptakan peluang yang menarik untuk merk-merk. Klien multinasional pada beberapa bidang seperti farmasi, kosmetik, makanan, perumahan, dan perawatan pribadi yang menjadi pendorong mereka.

Post pada situs ini berupa publikasi-publikasi yang dapat kita unduh. Untuk mengunduh publikasinya, kita hanya perlu memberikan feedback berupa identitas diri dan alamat e-mail. Saya tertarik pada sebuah publikasi yang berjudul Embracing Analog: Why Physical is Hot. Dengan pesatnya perkembangan dunia digital, nilai dari waktu yang kita habiskan bersama orang-orang dan segala hal di dunia nyata semakin berharga. Publikasi ini mengupas hal-hal yang diminati untuk dilakukan dengan analog, penyebab, bukti, dan peluangnya bagi para pengusaha.

Producton Still - Photo by Luz Bratcher

Producton Still – Photo by Luz Bratcher

Berikut adalah alasan orang-orang lebih memilih objek nyata daripada digital:

  1. The digitization of the physical world. Banyak benda fisik yang mulai diubah ke dalam bentuk digital, seperti buku, CD, foto, koran, dll. Kemudahan untuk mendapatkan barang-barang tersebut di dunia digital membuat benda-benda digital kurang berharga dan spesial dibandingkan benda fisiknya.
  2. The “emotional void” in digital. Selain kegiatan yang dari-dulu-udah-kayak-gitu, survei menunjukkan bahwa dunia fisik memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih. Misalnya saat membeli sofa, orang harus merasakan langsung bahan yang membalut sofa, keempukan sofa, dll.
  3. Imperfection. Orang-orang mencari sisi autentik dari benda, dan ketidaksempurnaan seringkali menjadi sisi autentik dari suatu benda. Goresan dan lecet memberikan identitas kepada benda.
  4. Nostalgia. Orang-orang selalu menyukai hal-hal yang memberikan suasana masa lalu. Survei menunjukkan 61% orang dewasa di Amerika lebih menghargai barang-barang yang sudah jarang digunakan, seperti record player dan kamera film. Hal-hal tersebut memenuhi kebutuhan kita akan de-tech.
  5. The quest for originality. Dari hasil survey, lebih dari setengah responden tertarik untuk membeli barang “ketinggalan jaman” sebagai collector’s item. Jika ada buku, album, atau film yang keluar sebagai collector’s item, mereka lebih suka memiliki bentuk fisik daripada versi elektronik
  6. To have and to hold. Objek fisik bisa menjadi kenang-kenangan, lambang identitas ataupun status sosial. Benda tersebut bisa jadi edisi terbatas atau one-of-a-kind. Bisa dikumpulkan, dibagikan, dipajang, atau dibungkus. Sensasi sentuhan atau aroma sering menjadi alasan orang mengumpulkan benda fisik. Ada orang yang menyukai aroma dari buku atau majalah baru. Objek fisik juga memiliki umur yang lebih panjang dari objek digital.

Ya, isi blog ini sangat menarik. Masih banyak topik-topik lain yang diulas dalam blog ini. Selamat menikmati!

Blog Review: TopRank – Online Marketing Blog

TopRank Online Marketing Blog ini memberikan pandangan dan pengetahuan mengenai berbagai jenis online marketing dan juga topik public relations, termasuk:

  • Search engine marketing and optimization
  • Social media marketing
  • Content marketing
  • Business blogging and marketing
  • Online public relations

Untuk masalah prestasi, blog ini tidak perlu diragukan lagi. Blog ini mampu meraih belasan penghargaan dari berbagai ajang. Untuk Anda yang tertarik, bisa mengunjungi pada pranala ini. Salah satu post yang saya rasa menarik adalah mengenai tips marketing melalui twitter oleh Joel Lunenfeld, Vice President Global Brand Strategy Twitter. Semakin banyaknya pengguna twitter menjadi peluang untuk perusahaan-perusahaan melakukan marketing. Ada beberapa tips untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan:

  1. Merencanakan reaksi, posisikan tim di tempat terbaik untuk merespon peluang-peluang yang ada.
  2. Memanfaatkan Twitter dengan merancang iklan menggunakan hashtag. Hashtag meningkatkan percakapan yang terjadi di Twitter
  3. Menggunakan promoted tweet dan produk twitter ad lainnya. Promoted tweet meningkatkan minat pelanggan sebesar 30 persen dan keinginan untuk membeli sebanyak 53 persen.
  4. Ambil bagian dalam percakapan. Ketika pelanggan sudah terlibat dalam percakapan, jangan abaikan pelanggan.

Bagi Anda yang ingin belajar atau mendalami teknik-teknik marketing yang terbaru, blog ini bisa menjadi tempat yang tepat. Silakan mencoba!

Article Review: Creative Opera — 80+ Must-Read Design Blogs to Enhance your Creativity and your Career

Do what you love. love what you do.

Manda Szewczyk menjadi salah satu lagi bukti nyata dari kata-kata Ray Bradbury tersebut. Manda mewujudkan kecintaannya dalam desain dan mengajar dalam bentuk situs ini. Hasilnya juga tidak sembarangan, sebuah blog yang menjadi tempat mencari inspirasi atau saran serta berdiskusi.

Ini adalah salah satu post yang menggambarkan passionnya. Memilih dan mengategorikan 80 design blog dari ratusan blog bukan perkara yang mudah. Manda memproses blog-blog tersebut dalam waktu bulanan bahkan tidak jarang mengunjungi blog yang sama berulang kali. Kategori dari blog-blog ini adalah All-in-OneInspirationTutorialsWeb Development/CodeFreelanceLogos & TypographyAdvice & DiscussionFreebies & GiveawaysBlogging, dan Micro-Blogs/Links. 

Saya membaca satu post tentang feedback yang termasuk dalam kategori All-in-One. Ternyata feedback atau umpan balik itu bisa membunuh kreativitas kita. Mengapa? Umpan balik yang negatif bisa mengganggu kita dan lama kelamaan mematikan kreativitas kita. Artikel tersebut memberikan 12 langkah mudah untuk menangani umpan balik yang negatif. Lengkapnya? yok baca disini.

Kekuatan dari passion itu luar biasa kan?

Site Review: Creative Generalist

¡hola!!!

Kali ini saya akan melakukan review terhadap sebuah situs yang bernama Creative Generalist. Situs bisa Anda akses di sini.

Dari nama situsnya, sudah bisa sedikit terbayang apa tema dari situs ini. Ya, situs ini berisikan ide-ide kreatif, berita, atau sudut pandang dari berbagai sumber. Informasi lain yang bisa didapat dari situs ini adalah buku, event, dan situs-situs lainnya. Selain itu, situs ini menjadi tempat mempertemukan para pemikir kreatif. Pada awalnya, situs ini adalah sebuah blog pribadi dan sekarang berkembang menjadi forum komunitas.

Continue reading