Article: How to Enhance Creativity in School Children

Artikel ini saya baca bukan karena sedang memenuhi waktu luang, tapi untuk memenuhi sebuah kewajiban. Tapi, ternyata artikel ini cukup menarik karena ada kaitannya dengan pengembangan pendidikan dan kreativitas. Dulu orang mengaitkan erat kata “kreativitas” dengan “seni”. Kreativitas hanya bisa dilihat melalui hasil karya seni yang berbeda atau baru. Namun, saat ini makna kata “kreativitas” sudah mulai meluas. Menjadi kreatif berarti menemukan cara baru untuk memecahkan masalah, menghasilkan ide baru, dan menemukan cara-cara untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik.

Kreativitas penting dikembangkan sejak kita masih kecil, karena bisa memberikan keuntungan dalam perkembangan akademik ataupun emosi. Ayah saya selalu menekankan sejak saya kecil pentingnya untuk bisa menguasai minimal satu alat musik. Beliau mengatakan bahwa dengan menguasai alat musik dan tampil di depan umum, saya bisa meningkatkan kepercayaan diri saya. Sayangnya, dulu saya sangat malas untuk melakukan itu dan sekarang saya menyesal. Saya akhirnya mulai belajar alat musik saat SMA dan niatnya pun setengah-setengah. Walaupun seperti itu, saya bisa merasakan manfaat ketika saya bisa bermain alat musik.

Kembali lagi ke pengembangan kreativitas sejak kecil, pendidikan di Indonesia ini sangat menarik. Betapa luar biasa bakunya pendidikan kita. Ketika memasuki masa kuliah, saya bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia. Saya mengamati bahwa ketika kami membahas tentang gambar pemandangan, maka kami semua mempunyai gambaran yang sama. Gambar pemandangan itu terdiri dari dua buah gunung dengan jalan diantaranya, di sisi jalan terdapat sawah, di antara kaki gunung terdapat matahari(bisa ditambahkan dengan wajah), dan ada minimal dua buah awan di atas gunung. Ya, pada dasarnya gambar pemandangan adalah seperti itu. Saya merasa lucu dan sedih. Lucu karena meskipun kami berasal dari berbagai daerah, ternyata kami memaknai pemandangan itu sama. Sedih karena betapa monotonnya pikiran kami.

Contoh gambar pemandangan (sumber: ajiraiya.deviantart.com)

Contoh gambar pemandangan (sumber: ajiraiya.deviantart.com)

Sejak SD kita sudah dicekoki gambar pemandangan. Kita jarang sekali diberikan kebebasan untuk berimajinasi dan berekspresi. Dengan demikian, kreativitas kita telah “dimatikan” sejak kecil. Akibat jangka panjangnya adalah ketika kita dewasa, kita kesulitas untuk menemukan cara baru dalam menyelesaikan masalah. Kita seakan-akan hanya memiliki palu di tangan kita. Sehingga semua permasalahan kita anggap sebagai paku dan hanya bisa diselesaikan dengan menggunakan palu tersebut.

Sudah saatnya kita mencoba cara baru dalam metode pengajaran kita. Ada berbagai metode pengajaran yang dapat digunakan untuk menstimulasi kreativitas anak-anak, misalnya[1]:

1. Permainan kata (word games)

Metode pengajaran ini dilakukan dengan menyediakan sebuah daftar kata-kata dan mengajak murid untuk menebak kata yang menghubungkan daftar kata tersebut. Contohnya, ada sebuah daftar yang berisi “shopping, sleeping, trash, dan vacuum” dan sebuah kata yang menghubungkan daftar tersebut adalah “bag“. Permainan ini mendorong murid untuk mencari hubungan antara kata-kata yang berbeda

2. Permainan menebak gambar (visual thinking games)

Permainan ini mengembangkan imajinasi dari murid. Tunjukkan sebuah gambar abstrak kepada murid dan tanyakan tampak seperti apa gambar yang mereka lihat. Biarkan mereka melihat dari berbagai sisi. Yang perlu diperhatikan adalah kita tidak menilai kebenaran jawaban mereka. Kita tidak ingin mengacau proses berpikir mereka.

3. Permainan menggambar (drawing games)

Permainan ini mendorong murid untuk menggunakan imajinasinya. Murid diberikan sebuah kertas yang hanya memiliki gambar garis atau lingkaran di atasnya. Kemudian biarkan mereka melanjutkan gambar tersebut sesuai keinginan mereka. Setelah itu mereka bisa menebak hasil gambar atau membahas proses terbentuknya gambar tersebut. Kegiatan ini dapat dilakukan sendirian atau berkelompok.

4. Interaksi dengan murid

Selain permainan, interaksi terhadap murid juga membantu pengembangan kreativitas mereka, misalnya dengan memberikan kebebasan terhadap murid untuk memilih topik untuk dipresentasikan di depan kelas. Implementasikan kerja kelompok sebanyak mungkin. Kemampuan ini akan membantu mereka nantinya. Ketika kerja kelompok, seseorang dapat membangun kreativitasnya dengan mengamati kreativitas orang lain.

 

Masih banyak cara lagi yang dapat diterapkan untuk metode pengajaran dalam pendidikan formal di Indonesia. Tidak ada salahnya kita mulai mencoba.

Demi masyarakat Indonesia yang lebih baik dan solutif!!!

Sumber:

[1] Kelli Cooper, “How to Enhance Creativity in School Children”,http://creativeoverflow.net/how-to-enhance-creativity-in-school-children/, diakses 25 Februari 2013 pukul 20.12 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s